Syaloom

Selamat datang bagi pengunjung blog ini, terima kasih atas kunjungan anda pada blog ini anda dapat download lagu-lagu rohani khusus quartet (male or ladies) termasuk partitur yang kami telah sediakan.

Blog ini khusus saya buat untuk membantu teman-teman yang mempunyai hobi menyanyi lagu-lagu rohani tetapi pada saat tertentu tidak mempunyai cukup partiture. Dan sesuai dengan judulnya maka blog ini khusus dibuat untuk quartet grup vokal, apakah itu male quartet atau ladies quartet.

Banyak orang didunia ini dan hampir semua orang yang ada di jagad raya ini menyukai musik. Sebab itu saya ingin mengajak semua teman-teman yang ingin partisipasi dalam blog ini saya persilahkan untuk memberi saran dan bahan untuk memajukan grup-grup quartet. Sering kita menyanyikan sebuah lagu dengan baik dan pendengar cuma menyukai harmoninya saja tetapi pekabaran dalam lagu itu sendiri tidak didapat karena pendengar tersebut tidak mengerti bahasa yang dinyanyikan dalam lagu tersebut untuk itu melalui blog ini saya sekali lagi mengajak siapapun untuk urung rembuk agar blog ini disukai dan dapat bermafaat buat kita semua.

Untuk itu saya akan mencoba untuk mentransfer dari partiture aslinya kedalam bahasa Indonesia. Shalom regards,

GBU
E. Nanlohy



TRANSLATORS...

Rabu, 04 Juli 2012

Ringkasan Pelajaran Sekolah Sabat Pertama July 07, 2012.






INJIL  DATANG  KE  TESALONIKA

Bacaan Alkitab: Kis 16:9-40; Kis 17:1-4,12; Yer 23:1-6; Yes 9: 1-7; Rm 1:16

Pokok Pikiran: Kepastian yang kita miliki akan janji-janji Allah haruslah didasarkan atas kenyakinan kita pada Kitab Suci-Nya.



Pertanyaan : Dalam keadaan bagaimana Injil diberitakan kepada warga Tesalonika? Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari pengalaman Paulus? Apakah kita mengakui bahwa penderitaan dan kematian Kristus merupakan kegenapan nubuatan dari perjanjian lama? Apakah kita yakin bahwa agama kita bersumber dari Allah yang akan menyelamatkan dunia dari dosa? Kalau kita yakin kenapa kita belum berbagi dengan orang lain? Yesus digambarkan dalam Wahyu 13:08 sebagai Anak Domba yang telah "disembelih dari dunia yang dijadikannya. Apakah ini menunjukkan tentang asal muasal rencana Tuhan untuk menebus dunia? Mengapa perlu bagi Kristus untuk menderita dan mati agar dunia dapat dipulihkan? Mengapa Allah bisa diabaikan oleh Adam dan Hawa dengan berbuat dosa? Paulus merujuk kepada Kristus sebagai "anak domba Paskah. 

Penderitaan Kristus dan kematian-Nya adalah pemenuhan rencana Allah untuk menebus dunia. Kesadaran ini dapat  memberikan kita keyakinan dalam Firman Allah dan cinta Nya bagi kita seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang baru percaya di Tesalonika. 

1 Tes 2:13  Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi -- dan memang sungguh-sungguh demikian -- sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya. 


PARA  PENGINJIL  MEMBAYAR  HARGA  YANG  MAHAL 

Kis 16:9-40  Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!" Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana. Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis; dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari. 

Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ. Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. 

Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya.  

Pada suatu kali ketika kami pergi ke tempat sembahyang, kami bertemu dengan seorang hamba perempuan yang mempunyai roh tenung; dengan tenungan-tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar. Ia mengikuti Paulus dan kami dari belakang sambil berseru, katanya: "Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan." Hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya. Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: "Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini." Seketika itu juga keluarlah roh itu. Ketika tuan-tuan perempuan itu melihat, bahwa harapan mereka akan mendapat penghasilan lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu menyeret mereka ke pasar untuk menghadap penguasa.  


Setelah mereka membawa keduanya menghadap pembesar-pembesar kota itu, berkatalah mereka, katanya: "Orang-orang ini mengacau kota kita, karena mereka orang Yahudi, dan mereka mengajarkan adat istiadat, yang kita sebagai orang Rum tidak boleh menerimanya atau menurutinya." Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. 

Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan Membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat. Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. 

Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak bunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!" Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."  

Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga kepala penjara dan keluarganya memberi diri untuk dibaptis dan membawa mereka ke rumahnya dengan menghidangkan makanan kepada mereka. Kepala penjara itu sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah. 

Setelah hari siang pembesar-pembesar kota menyuruh pejabat-pejabat kota pergi kepada kepala penjara dengan pesan: "Lepaskanlah kedua orang itu! "Kepala penjara meneruskan pesan itu kepada Paulus, katanya: "Pembesar-pembesar kota telah menyuruh melepaskan kamu; jadi keluarlah kamu sekarang dan pergilah dengan selamat!" 

Tetapi Paulus berkata kepada orang-orang itu: "Tanpa diadili mereka telah mendera kami, orang-orang Roma di muka umum telah melemparkan kami ke dalam penjara. Sekarang mereka mau mengeluarkan kami dengan diam-diam? Tidak mungkin demikian! Biarlah mereka datang sendiri dan membawa kami ke luar." 

Pejabat-pejabat itu menyampaikan perkataan itu kepada pembesar-pembesar kota. Ketika mereka mendengar, bahwa Paulus dan Silas adalah orang Rum, maka takutlah mereka. Mereka datang minta maaf lalu membawa kedua rasul itu ke luar dan memohon, supaya mereka meninggalkan kota itu. Lalu mereka meninggalkan penjara itu dan pergi ke rumah Lidia; dan setelah itu bertemu dengan saudara-saudaranya di situ dan menghiburkan mereka, berangkatlah kedua rasul itu meninggalkan Filipi. 

1 Tes 2:1-2  Kamu sendiri pun memang tahu, saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia. Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat. 

Banyak orang percaya, tidak diragukan lagi, setelah melihat dengan mata mereka sendiri garis-garis yang ditimbulkan oleh cambukan Romawi. Paulus  sangat merasakan ketidak adilan dalam  proses pencambukan warga negara Romawi tanpa melalui pengadilan. 


STRATEGI  KHOTBAH  PAULUS 

Kis 17:1-3  Paulus dan Silas mengambil jalan melalui Amfipolis dan Apolonia dan tiba di Tesalonika. Di situ ada sebuah rumah ibadat orang Yahudi.  Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci. Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata: "Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu."   

Tesalonika, terletak sekitar 37 mil (59 km) sedikit ke arah utara barat dari Apollonia. Kota ini sebelumnya dikenal sebagai Thermae, tetapi sudah diperluas oleh Philip dari Makedonia, dan diubah namanya oleh Cassander untuk menghormati Tesalonika, istri dan anak perempuan Philip.  

Kota ini ramai dengan perdagangan di Teluk Thermaic, telah menjadi kota pelabuhan. Tesalonika merupakan kota penting. Sebagai pusat komersial yang maju, Tesalonika menarik orang-orang Yahudi untuk berdagang dalam jumlah besar. Orang-orang Yahudi menikmati kebebasan beragama, dan mampu membangun tempat ibadah mereka sendiri. Besar kemungkinan sinagog di Tesalonika juga dibantu oleh orang-orang Yahudi di kota-kota  lain disekitar Tesalonika

Disini Paulus berkhotbah kepada orang-orang di Tesolanika perihal kenyataan bahwa penderitaan dan kematian Kristus bukan merupakan suatu kesalahan tragis tetapi "keharusan" Ilahi.  Kata Yunani yang diterjemahkan sebagai Perlu" (dei) adalah kata signifikan dari buku injil  Lukas. Hal ini terjadi 18 kali dalam buku Injilnya  dan 22 kali lebih dalam di buku Kisah Para Rasul. 

Lukas menggunakan kata ini untuk menunjukkan bahwa peristiwa dalam kehidupan Yesus adalah bukan hanya hasil dari kebetulan tetapi adalah bagian dari rencana ilahi yang dinyatakan dalam Kitab Suci untuk menebus umat manusia. 

Pertama kali Lukas menggunakan kata ini dalam Injilnya  ketika Yusuf dan Maria kehilangan Yesus pada umur 12-tahun di Yerusalem (Lukas 2:41-51). Ketika mereka menemukan Dia di Bait Allah, Yesus mengatakan sudah seharusnya  tidak mengherankan karena memang  Dia "diperlukan"  "di dalam rumah Bapa-Nya."  

Pesan dasar yang sama terjadi beberapa kali dalam injil Lukas ,dimana Yesus berbicara tentang berbagai aspek kehidupan-Nya. Yesus berbicara tentang perlunya pemberitaan penginjilan (Lukas 4:43), penyembuhan-Nya pada seorang wanita lumpuh pada hari Sabat (13:16), tepung dirumah Zakheus, dan yang paling penting  adalah, penolakan penderitaan, dan kematian utama-Nya di Yerusalem (13:33;17:25; 22:37; 24:7, 26).  

Meskipun mudah untuk dilihat "keharusan" di balik beberapa peristiwa, seperti penyembuhan seseorang merupakan pertunjukan kasih Tuhan, kenapa itu "perlu" karena Yesus juga menderita dan mati sebagai bagian dari rencana Tuhan untuk menyelamatkan dunia? Tuhan tidak mengabaikan dosa melainkan memberi kita kesempatan dan Tuhan  tidak menuntut kematian-Nya.   

Meskipun menghadapi dosa mungkin terdengar sangat mudah untuk dilakukan, Tuhan tidak bisa melakukannya tanpa mengorbankan keadilan dan kekudusan. Dosa bukanlah masalah yang sepele (kecil). Hal ini sepenuhnya kebalikan dari karakter Allah. Dosa adalah jahat, yang menyebabkan penderitaan dan kematian. Untuk mengabaikan dosa akan menjadi setara membenarkan keberadaannya. 

Dia mengatasi dosa. Namun, sebagai Allah yang penuh kasih, Dia juga ingin menawarkan rahmat bagi orang berdosa. Untuk menjadi baik hanya dalam berurusan dengan dosa dan berbelas kasihan dalam menangani orang berdosa, Allah memilih untuk menanggung kematian di kayu salib akibat dari dosa-dosa kita keatas diriNya. 

Dia melakukannya dengan mengutus Yesus menjadi Pengganti kita. Kematian Yesus membuat kita layak di hadapan Allah. Hal inilah yang ditekankan Paulus di dalam Roma 3:26, di mana ia mengatakan bahwa kematian Yesus memungkinkan bagi Tuhan untuk dapat membenarkan orang yang memiliki iman kepada Yesus.  

Pertimbangkan ini: Alkitab berulang kali menggambarkan Tuhan yang baik, Allah yang adil dalam berurusan dengan dosa dan Tuhan yang penuh kasih dalam berurusan dengan orang berdosa.
 


DUA  SUDUT  PANDANG  TENTANG  MESIAS 
Kerajaan Mesias 

Yer 23:1-6 1 "Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak – demikianlah firman Tuhan. Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah Israel, terhadap para gembala yang menggembalakan bangsaku: "Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai, dan kamu tidak menjaganya. Maka ketahuilah, Aku akan membalaskan kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat, demikianlah firman TUHAN. 

Dan Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku dari segala negeri ke mana Aku mencerai-beraikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka: mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak. Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekor pun, demikianlah firman TUHAN.

Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN keadilan kita. 

Yes 9:1-7  Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian. Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. 

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. 

Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. Sementara orang Kristen mula-mula melihat penderitaan dan kematian Kristus sebagai “keharusan” karena itu merupakan rencana Tuhan untuk menebus dunia, buat orang Yahudi dan bukan orang Yahudi.  

Tetapi buat orang Yahudi ini merupakan suatu kesalahan bagaimana mungkin setelah menunggu sekian lama datangnya Mesias, setelah Mesias itu datang harus disalibkan tampaknya hal itu amat menggelikan. Seharusnya Mesias datang untuk mengalahkan musuh-Israel bukannya disalibkan oleh mereka. Bangsa Romawi juga berpikir bahwa orang Kristen tertipu dalam mengikuti ajaran Yesus. Siapa yang akan menyembah seseorang yang, setidaknya dalam pikiran seorang Romawi, penjahat lalu disalibkan? 

Dari perspektif dunia, Salib adalah objek rasa malu dan kekalahan, bukan sesuatu yang harus dihormati. Dalam sepotong grafiti kuno ditemukan di Roma dengan tanggal yang tertera yaitu di sekitar jamannya Rasul Paulus, kita bisa mendapatkan sekilas gambaran dari jenis-jenis razzing dan penghinaan kepada orang Kristen pada jaman itu yang harus mereka alami sebagai akibat dari iman mereka. Yang cukup menarik dari penemuan itu, yang dikenal dengan grafiti Alexamenos, juga tampak dipaling depan dari graffiti tersebut  yaitu gambar penyaliban Yesus. Dimana digambarkan sebuah adegan penyaliban dan pada salib itu memiliki kepala seekor keledai tetapi tubuhnya seorang manusia.  

Selain salib ada seorang pemuda terlihat berlutut dalam dan menyembah. Dan di bawah salib ada suatu tulisan: "Alexander memuja dewa [nya]." Intinya ini jelas-ke Kristenan dipandang sebagai suatu kebodohan karena percaya kepada Yesus. Maka tidak mengherankan bahwa ketika Rasul Paulus menulis suratnya kepada orang-orang di Romawi  agar mengingatkan mereka bahwa  Yesus yang disalibkan dan dibangkitkan itu bukan sesuatu "kehinaan" tetapi sesuatu yang membanggakan dalam (Roma 1:16). Karena melalui "Kebodohan" (1 Kor 1:18) Salib Kristus telah mengalahkan kuasa dosa dan kematian.  

Pertimbangkan ini: Pesan dari salib Yesus terus ditertawakan oleh orang yang tidak percaya hingga hari ini. Apa yang bisa kita lakukan untuk mendorong mereka yang berada dalam gereja untuk tidak menjadi "malu" kepada Salib tetapi menerima kemuliaan di dalamnya?
 


PENDERITAAN  SEBELUM  KEMULIAAN 

Yes 53:1-6  Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan? Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. 

Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada, sehingga kita memandang dia dan rupa pun tidak, tetapi kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. 

Zak 09:09  Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. 

Kis 17:2-3  Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci. Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata: "Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu. 

Yes  53:7-12  Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. 

Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.  

Setelah Kebangkitan, Lukas mengisahkan bagaimana Yesus menegur dua orang murid dalam perjalanan ke Emaus karena mereka gagal untuk mengetahui bahwa dalam  Perjanjian Lama dikatakan  "perlu" bagi Mesias harus menderita dan ditolak.Apa peristiwa dan / atau cerita yang Anda lihat dalam Perjanjian Lama yang mengarah ke "keharusan" kematian Yesus? 

Cerita apakah  dan dalam peristiwa manakah didalam Kitab Suci yang mungkin dapat terlihat suatu waktu, atau kegagalan atau kejatuhan suatu keadilan yang memiliki ujung dari keseluruhan cerita yang belum diketahui? Bagaimana ini mendorong kita dalam perjalanan ke-Kristen kita hari ini?
 

Realitas penderitaan di dunia adalah salah satu yang paling sulit, isu-isu yang mencegah orang percaya kepada sumber kekuasaan dan Allah mengasihi semua orang. Walaupun ada cara-cara tertentu tetapi tidak mudah atau gampang mengatasi masalah penderitaan, kenyamanan dan harapan. Apakah yang dapat kita temukan dalam penderitaan Kristus untuk kita?  

Fakta bahwa Paulus mendorong orang Kristen di Roma untuk tidak menjadi "malu" Injil (Roma 1:16) menunjukkan bahwa orang Kristen di Roma menghadapi ejekan masyarakat luas karena keyakinan mereka. Dengan cara apa orang Kristen diejek dalam masyarakat luas pada hari ini? 


LAHIRNYA  SEBUAH  GEREJA 

Kis 17:04  Beberapa orang dari mereka menjadi yakin dan menggabungkan diri dengan Paulus dan Silas dan juga sejumlah besar orang Yunani yang takut kepada Allah, dan tidak sedikit perempuan-perempuan terkemuka. 

Beberapa orang Yahudi dibujuk untuk bergabung dengan Paulus dan Silas, terutama kelompok besar orang Yunani yang telah masuk agama Yahudi dan istri-istri orang terkemuka banyak. Empat kali lipat banyaknya. Ungkapan "beberapa dari mereka" mengacu kepada orang Yahudi, tetapi dengan jumlah yang kecil. "orang Yunani yang saleh," yaitu yang masih belum mengenal Allah dan telah belajar untuk menyembah Allah menurut contoh yang dilakukan orang Yahudi, ada "banyak  orang ", dan tidak sedikit dari "istri-istri atau perempuan pejabat," yang juga bukan Yahudi dan Paulus kemudian menyebut mereka  seperti ini, "Anda berbalik kepada Allah dari berhala-berhala untuk melayani Allah yang hidup dan benar".  


Gereja di Tesalonika tampaknya telah didominasi non-Yahudi, dan beberapa anggotanya dimenangkan dari berhala tanpa melalui Yudaisme.  


Apa yang Anda rasakan didalam kehidupan kita ketika seseorang datang membantu kita. Apa yang akan terjadi apabila bantuan itu tidak datang? Bagaimana kita mengekspresikan rasa terima kasih kita sebagai imbalan? Bagaimana atau apa yang terjadi bila Allah mati untuk kita? Bagaimana seharusnya kita mengungkapkan rasa syukur kita kepada-Nya sebagai imbalan?







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...